Ponpes TEI Multazam

Proses Wsuda

Bogor – Pesantren TEI Multazam mewisuda 72 Santri tingkat Aliyah/SMA kemarin Ahad 23/5/2021 di kampus 1 Pesantren TEI Multazam, Rumpin Bogor. Para lulusan ini merupakan angkatan ke-6.

Acara wisuda dengan menerapkan protokol kesehatan itu diadakan sebelum para santri lainnya kembali ke pesantren sejak liburan Ramadhan dan Idul Fitri. Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi kerumunan di dalam lingkungan pesantren.

Hadir pada acara tersebut: H. Ahmad Multazam (Yayasan Multazam Bani HWK) dan beberapa pimpinan pesantren, antara lain: KH. Rahmat Ridwan Lubis, MA (Pengasuh Pesantren Al-Hijaz Jonggol), dan H. Suyatno (Ketua Yayasan Pesantren Al-Anshor Cilacap). Diundangnya para pimpinan pesantren tersebut karena beberapa lulusan akan diterjunkan mengabdi di pesantren-pesantren tersebut.

Tahun ini lulusan yang ditugaskan mengabdi di pesantren TEI Multazam berjumlah 25 orang, terdiri dari 8 santri putra dan 17 santru putri, di Pesantren Al-Hijaz – Jonggol Bogor : 4 orang, di pesantren Al-Anshor Cilacap 2 orang dan di Pesantren Al-Barakah Anjatan Indramyu 2 orang.

Adapun wisudawan terbaik angkatan 6 tahun 2021 ini adalah sebagai berikut:

  1. Lulusan Terbaik pada Jurusan Agama Islam: Fatimah Zahra Nuraini
  2. Lulusan Terbaik pada Jurusan IPS: Muthie Sarah Shidqiyah
  3. Lulusan Terbaik pada Jurusan IPA: Arini Naimatul Jannah
  4. Lulusan Hafizh Terbaik Putra : Ibnu Ruslan
  5. Lulusan Hafizhah Terbaik Putri :  Arini Naimatul Jannah
  6. Lulusan Terbaik Akhlak Putri: Naili Putri Arsyadania
  7. Lulusan Terbaik Akhlak Putra: Mukhlis Abdurrahman 
Para Wisudawan/wisudawati Terbaik

Dalam kesempatan wisuda tersebut, Pangasuh Pesantren TEI Multazam KH, Muhamad Jamhuri memberi arahan kepada para wisudawan dan wisudawati untuk tetap akrab bersama al-Quran, “Mungkin kalian sesudah ini tidak lagi membaca buku-buku umum seperti PKN dan Bahasa Indonesia, tapi Al-Quran adalah buku sepanjang hidup yang harus dibaca, bukan hanya menjelang ujian. Tapi dibaca setiap hari.” Ujarmya. Selain pesan agar tetap membaca al-Quran, beliau juga menekankan pentingnya hormat dan bakti kepada orang tua. “Orang tua itu adalah ATM rezeki kalian. Tetapi ATM itu bisa berfungsi jika kalian isi saldo. Caranya adalah mendoakan dan berbakti kepada mereka, maka rezeki kalian akan terus mengalir. Tatkala kalian berhenti mendoakan mereka maka”kartu dan mesin ATM” kalian tidak akan berfungsi.” Tambahnya lagi.

Beliau menyampaikan juga, bahwa  orang tua itu ada dua macam yaitu walid jasadi, yakni orang tua biologis, yang melahirkan kita, dan  Walid Ruhi yakni orang tua yang mengisi ilmu dan rohani kita, dan mereka adalah para guru kita. Kedua jenis orang tua itu hendaklah selalu didoakan dan dimuliakan.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *