Ponpes TEI Multazam

Bogor – Pesantren Modern Khalifah Sukabumi mengunjungi Pesantren Tahfizh dan Ekonomi Islam Multazam Bogor dalam rangka studi banding, sabtu 2/3/2021 lalu. Rombongan berjumlah empat orang pengurus dipimpin oleh kepada sekolah Ustdaz H. Hendar Ali Irawan, Lc. Kedatangan rombongan Pesantren Khalifah diterima Pengasuh Pesantren TEI Multazam beserta kabid Kemadrasahan dan Keuangan.

penyerahan cendramta

Beberapa informasi yang ditanyakan dan diserap rombongan antara lain tentang kurikulum keislaman dan ekonomi islam, sistem digitalisasi keuangan, serta sejarah berdirinya pesantren dan lain-lain. Tentang kurikulum keislaman secara umum sama dengan pesantren lain, hanya saja materi ekonomi Islam diberikan di setiap kelas dan semester. Selain itu santri pun diberi kebebasan berbisnis di dalam pesantren setiap Ahad atau pada event tertentu. Untuk kelas 12 ada kewajiban amaliyah (praktikum), yaitu amaliyah iqtisod dan amaliyah tadris atau Praktek Kerja Lapangan (PKL) bisnis dan mengajar. Hanya saja, selama pandemi PKL amaliyah iqtidoiyah ditiadakan karena terkait dengan pihak-pihak sentra bisnis di luar.

Selain berdialog, romobongan juga tertarik dengan beberapa buku pegangan para santri. Di antaranya “Al-Mausu’ah al Yusufiyah” yang berisi masalah-masalah fiqih kontemporer yang banyak diperbincangkan di masyarakat sebagai bekal para santri sebelum terjun di masyarakat, antara lain; masalah jumlah rakaat taraweh, peringatan maulid Nabi saw, dzkir jahri, berdzikir menggunakan alat tasbih dan lain-lain dengan segala dalilnya. Buku lainnya adalah buku “Zaadut Tholbah” yang berisi bacaan dzikir dan amalan harian santri, seperti dzikir pagi dan siang (al-ma’tsurat), kaifiyah tahlil, kaifiyah tajhiz janazah, sholwat al-barzanji. “Insya Allah anak-anak kami bisa diterima di masyarakat, karena mereka telah dibekali amalan yang tidak bertentangan dengan pemahaman mayoritas umat Islam di Indonesia, namun dibekali dasar pijakan dalil hukumnya.” Ujar KH. Muhammad Jamhuri pengasuh pesantren tei Multazam.

dialog dan penijauan kondisi pesantren

Sedangkan beberapa buku ekonomi Islam yang diterbitkan langsung oleh pesantren Multazam dan menjadi mapel mulok (muatan lokal) antara lain “Prinsip dan Dasar Ekonomi Islam”, “Fiqih Riba dan Ghoror”, dan “Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam”. Semua buku-buku yang ditinjau tersebut dihadiahkannya kepada rombongan Khalifah.

Pertanyaan menarik lainnya yang diajukan adalah bagaimana cara agar santri di sini melanjutkan ke tingkat aliyah/SMA, sehingga bisa belajar 6 tahun di sini? “Selain kami buat MoU dengan orang tua santri, belajar tiga tahun kami anggap belum selesai, karena itu ketika mereka selesai tingkat tsanawiyah/smp tidak kami adakan acara perpisahan atau rihlah. Agar ada imej bahwa mereka belum rampung belajarnya. Selain itu, saat mereka melanjutkan ke aliyah/sma pun tidak dipungut biaya pendaftaran lagi, cukup mereka membayar uang spp seperti layaknya naik kelas. Tentunya ini sangat membantu orang tua, terlebih di saat kondisi ekonomi yang sedang menurun seperti ini.” Jelas Jamhuri.

Acara diakhiri dengan kunjungan rombongan ke kampus 2 Pesantren TEI Multazam, ramah-tamah dan pemberian kenang-kenangan dari kedua pesantren.

Berfose di kampus 2 Pesantren TEI Multazam


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *